Home Prosiding EVALUASI PENERAPAN PENGELOLAAN TERPADU KEBUN JERUK SEHAT (PTKJS) PADA DAERAH ENDEMIS CVPD (EVALUATION ON INTEGRATED MANAGEMENT FOR HEALTHY CITRUS ORCHARD (IMHCO) AT CVPD ENDEMIC)
EVALUASI PENERAPAN PENGELOLAAN TERPADU KEBUN JERUK SEHAT (PTKJS) PADA DAERAH ENDEMIS CVPD (EVALUATION ON INTEGRATED MANAGEMENT FOR HEALTHY CITRUS ORCHARD (IMHCO) AT CVPD ENDEMIC) PDF Cetak Email
Senin, 13 Juli 2009 03:46

EVALUASI PENERAPAN PENGELOLAAN TERPADU KEBUN JERUK SEHAT (PTKJS) PADA DAERAH ENDEMIS CVPD (EVALUATION ON INTEGRATED MANAGEMENT FOR HEALTHY CITRUS ORCHARD (IMHCO) AT CVPD ENDEMIC)

 

Endarto, O.; Supriyanto, A.; Wuryantini, S.; Triwiratno, A.

(Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika)

 

PROSIDING SEMINAR NASIONAL JERUK TROPIKA INDONESIA BATU, 28 -29 JULI 2005. 2006. , HAL 277 -295.

ISBN : 978-979-98489-5-6.

ABSTRAK:

Penyakit CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) merupakan penyakit penting yang sangat merugikan dalam budidaya tanaman jeruk. Program rehabilitasi sudah dilaksanakan namun penyakit ini masih menginfeksi ulang karena sumber-sumber penyakit masih terdapat di daerah sentra. Strategis pengendalian hama dan penyakit di kebun jeruk telah di formulasikan dalam Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS). Penelitian ini bertujuan untuk menguji teknologi PTKJS di daerah endemis CVPD. Penelitian dilakukan di kebun petani di Desa Ngendut, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo mulai bulan Januari - Desember 2002. Perlakuan yang diuji yaitu (A) Kebun jeruk diperlakukan dengan pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat yang meliputi Bibit bebas gejala CVPD, pengendalian serangga vektor, sanitasi kebun, pemeliharaan optimal dan penerapan teknologi yang terkoordinasi, (B) Kebun Jeruk asal bibit bebas penyakit CVPD tanpa dikawal Pengelolaan kebun jeruk sehat dan (C) Kebun Jeruk asal bibit asalan tanpa dikawal Pengelolaan kebun jeruk sehat. Hasil penelitian adalah penerapan PTKJS dapat menurunkan populasi hama dan menekan laju perkembangan penyakit CVPD dan penyakit - penyakit lain dibandingkan teknologi yang di lakukan oleh petani. Populasi hama D. citri pada tanaman belum berproduksi (umur ± 1,5 tahun ) diakhir pengamatan adalah 1.3 ekor per cluster pada PTKJS, 2.6 ekor per clusterpada tanaman dari bibit bebas dengan teknologi petani dan 16.6 ekor per cluster pada tanaman dari bibit asalan yang dikelola dengan teknologi petani. Demikian juga pada tanaman yang sudah berproduksi ( umur ± 4 tahun), populasi D. citri per clusternya berturut-turut 1.5, 8.4 dan 13.4 ekor per cluster pada perlakuan PTKJS, tanaman dari bibit sehat tanpa teknologi petani dan bibit asalan dengan teknologi petani. Laju perkembangan penyakit CVPD tidak dapat ditekan sampai 0% namun dengan PTKJS peningkatan perkembangannya hanya mencapai 4% di bandingkan dengan bibit bebas dengan teknologi petani 7.1% dan bibit asalan teknologi petani yang mencapai 24.9% PTKJS efektif untuk menurunkan serangan D. citri dan menghambat laju perkembangan penyakit CVPD dan penyakit lainnya.

Kata kunci: Evaluasi, pengelolaan kebun, PTKJS, non PTKJS, CVPD

LAST_UPDATED2